siapa bilang aku harus menunggu angin untuk terbang?

selamat datang, selamat berhembus....

Diam-diam


.

Diam-diam ada marah yang terselip dalam sapaan rindu, mengintip dari balik secangkir kopi yang tinggallah separuh penuh.Ada mata yang tak terpejam menatap layar kotak kelap kelip temaram, menuliskan sesuatu dengan wajah yang tak biasanya sendu. 
...dan malam ini tak usah kau kabari aku Manis, aku ingin mengintip lemari usangku yang tak pernah terbuka sejak ada kau, sejak ada rindu yang mengambil alih fungsi kafein kopi, yang lagi-lagi manis, menjelma candu..

move on vs boredom


.

Those things can't be compared, actually..

it's funny though, that when you bored, it leads you to something so called 'move on'

mau dipaksa sampai mana?
menyesali yang sudah terjadi,
meratapi yang tak bisa diubah,
mengenang yang sudah berlalu...

pun saat ini mungkin kita cuma sedang marah karena kenyataan tidak berjalan sesuai keinginan.

dan akhirnya, pada saatnya rasa bosan datang, lambat laun ingatan itu tidak akan menyiksa...


and I believe those memories are not something to be forgotten...
yet, it's also something we shouldn't keep in pain..


definisi


.

Buat apa memaksakan diri untuk mempunyai batasan?
                Dengan menetapkan diri untuk tidak mempunyai batas sudah merupakan batas itu sendiri…
               
                Dan mengenalmu rasanya menjadikanku bebas tanpa batas.
                Terima kasih sudah menemani ku bermimpi…               

                Kesenangan kompulsif muncul dari rasa ecstacy yang berlebih…
                Seperti mata yang tidak bisa tertidur lantaran kadar kafein meningkat membungkus darah dalam giat, memompa jantung agar terus berdegup
                Deg..deg…deg…..
Dengan irama yang terus berpacu, meningkat yang konstan, semua hanya karena rasa senang akan memikirkanmu saja.
                Seperti mulut yang kehilangan kata. Tiba-tiba semua diksi di dunia tidak bisa menggambarkan rasaku akan dirimu…
melebihi segala definisi, melecehkan segala tata bahasa. Aku tiba-tiba bisu karena kesenangan akanmu…
                Seperti rasa senang itu sendiri tak sanggup menampung sensasi ini…

                                Lalu, harus kunamai apa rasa ini?

                Adakah yang bisa menjadi definisi?

Rindu Bulan pada Matahari


.


            Ada sendu yang tercipta tatkala melihat bulanmu yang pias. Tak seperti biasanya kau bertahan sampai sesiang ini, menyisakan pudar garismu yang dibakar matahari, mengguratkan keenggananmu yang padu berteriak kencang menjerit tak mau berlalu.

            Ada rindu yang membakar, memaksa, membiarkan kita bertemu, walau aku harus hangus dalam pias, walau aku harus pudar kehilangan batas. Rindu yang bergulir melebihi lamanya waktu kita terpisah, tak peduli seberapa kukejar, seberapa berkalinya menunggu, kau tetap akan menjelma pagi sementara malam memerangkap dan menghidupkanku.

            Keharuan bercampur di udara, menusup ke tiap pori gemawan berkumpul, meresapkan dalam birunya yang biru langit. Bahkan merambat erat pada panas, silau namun tak menyengat.
            Ada isak tertahan yang tertinggal dari perhatian. Pun seumpama dunia sadar, ia hanya terisak samar…

            Mentari.

            Bagaimana aku harus datang menghunuskan nyala dalam kelam duniamu tempat kau bisa bernafas, sedang aku meradang merindukanmu…yang bila kita bertemu, itu berarti aku harus membunuhmu….
            Seperti sekarang, kau datang dalam sisa-sisa remang, lalu habis tandas piaslah kau dalam terangku.
Tahukah kau rembulan?
Aku lebih memilih leleh dalam panasku terengah berlari sekuat tenaga menuju senja, supaya aku bisa mendapat sekedar siluetmu…
Betapa akan melegakan daripada aku harus melihatmu, menungguku, menantiku melenyapkanmu dalam terangku…kau memudar…

Dan cintakukah yang melenyapkanmu? 

Bass


.

Instrumen yang satu ini punya suara unik yang sedari dulu membuat saya tertarik. Ada gema tersendiri yang saya suka ketika mendengar suara Bass. pun dalam sebuah band saya pasti lihat dan dengar permainan bassist nya dulu, entah sejak kapan.

alpa


.


And I’m not afraid anymore…

To face this world full of deceit, I need more than courage of a lion,
To realize that this heart is already falling for you, I need an axe to chop my sanity down…

Ironis bagaimana aku tertarik padamu yang nyata-nyata telah menjaga hati. Lucu, sangat lucu menyadari bahwa sedikit demi sedikit aku memupuk penyakitku sendiri.

Since I’m going to the hell anyway, let’s make this story fun…

surat tengah pagi


.

Surat di malam buta

Sekarang sudah jam setengah satu pagi. Tangannya masih saja menari di atas keyboard laptopnya. Hah…entah apa yang ditulisnya. Susah menebak mata itu jika sudah berada di depan laptopnya. Berwajah serius yang jarang terlihat tiap harinya.

Adalah suatu kesalahan untuk penasaran dengan pribadinya, adalah suatu kesalahan untuk ingin menemukan pecahan puzzle yang baru tiap masanya. Adalah suatu godaan untuk menyelami pikirannya. Dia begitu nyata sekaligus bias, seperti kekhawatiran yang kutangkap tetapi serupa keramahtamahan antar sahabat. Dia seperti teka-teki yang menggoda untuk dipecahkan, tapi saat potongan puzzle ada ditangan, ditiupkannya angin kencang lalu potongan itu berterbangan.

            Hah…sebenarnya apa yang aku cari dari seorang yang telah menjaga hati?

Kenyataan itu bukannya layar buram yang mengganggu pandangan. Ia ‘nyata’ seperti dinginnya air yang menyapa saat mandi di padi buta. Seperti panas terik di pantai di jam 12 siang tanpa penghalang. Seperti resep dari dokter yang mengingatkan ku untuk minum obat 3 x sehari, ya rutin, yang bila dilewatkan penyakit ini tak akan sembuh atau malah akan sering kambuh. Kau. Kaulah penyakitnya, dengan mengingatmulah segala gejalanya. Dan bahkan kenyataan bahwa kau menjaganya tak menarik surut pesonamu.

            Sebenarnya apa yang membuatku terpesona?

Kau, pemuda bermulut manis. Bermulut manis menjadikanmu tahu caranya berlaku manis, tanpa mengurangi candamu dan kritikan yang sadis. Anehnya begitu banyak refleksi yang kulihat padamu, tanpa adanya niatan menyama-nyamakan dalam setiap ketidaksengajaan yang seringnya datang. Kau teman diskusi yang bahkan tak akan selesai jika kita berbincang sampai pagi. Tapi tetap kau menyimpan misteri, menarik jauh diri setelah memanjakan dan melenakan. Seperti mengucapkan selamat tinggal sambil menarik ujung bajuku tak mau ditinggal.

            Dan sebenarnya sinyal apa yang sedang saling kita kirimkan?

Dan bila ini hanya pesona kekaguman, maka kita menjadi pengagum no.1 dari diri kita masing-masing. Tak akan ada jalan akhir, tak ada juga penengah. Kisah kita cuma kisah. Sebuah potret waktu pada kepingan kenangan masing-masing. Fragmen yang tak tersambung maupun terputus. Kuncup yang tak berbunga maupun tak pupus. Kita akan bersinar dengan pesona kita masing-masing.
           

nengok


.

malem ini mengunjungi blog yang sudah lama tidak pernah saya update,
hanya sekedar pengin bersihin sarang laba2 yang udah pada nempel, sekalian ngasih makan ikan....

bocah


.

tap...tap...tap....

dan kini seperti belajar melangkah lagi...
setapak dan setapak,
mengingat caranya, menilik kembali rasanya...
pelan melangkah, berjalan, lari,
lalu

terbang

mencicipi segala indah prosesnya


tap...tap..tap...
one step at a time, there's no need to rush...

memori diantaranya


.

...dan bila hidup adalah antara pertemuan dan perpisahan, alangkah manisnya memori diantaranya...

tiap orang datang dan pergi
ada yang sejenak tinggal,
ada yang menerima kita bersandar...
ada yang berbagi cerita, mendengarkan dan menunggu jawaban..


..dan merupakan suatu kehormatan pernah berkenalan dengan anda...