Buat
apa memaksakan diri untuk mempunyai batasan?
Dengan menetapkan diri untuk
tidak mempunyai batas sudah merupakan batas itu sendiri…
Dan mengenalmu rasanya menjadikanku bebas tanpa batas.
Terima
kasih sudah menemani ku bermimpi…
Kesenangan kompulsif muncul dari
rasa ecstacy yang berlebih…
Seperti mata yang tidak bisa
tertidur lantaran kadar kafein meningkat membungkus darah dalam giat, memompa
jantung agar terus berdegup
Deg..deg…deg…..
Dengan
irama yang terus berpacu, meningkat yang konstan, semua hanya karena rasa
senang akan memikirkanmu saja.
Seperti mulut yang kehilangan
kata. Tiba-tiba semua diksi di dunia tidak bisa menggambarkan rasaku akan
dirimu…
melebihi
segala definisi, melecehkan segala tata bahasa. Aku tiba-tiba bisu karena kesenangan
akanmu…
Seperti rasa senang itu sendiri
tak sanggup menampung sensasi ini…
Lalu, harus
kunamai apa rasa ini?
Adakah yang bisa menjadi
definisi?
