
...dan dia adalah semilir angin yang meniup layar perahuku...
perahuku sedang mencoba meluncur dengan kekuatan penuh, melewati pulau2 kecil dikanan-kiri tanpa ada keinginan tuk menepi...
lalu datanglah ia,
semilir anginku
menyapa lewat celah-celah deru perahuku,
berhembus ia meniup layarku,
cepat...
melaju...
menunggu...
angin ini,
kapan lagi kutemui,
karna ia berhembus pergi, tak pasti berhembus kembali...
sejuk yang sementara,
sampai ia bercerita akan purnama..
jumpa purnama depan...
.....dan angin pun akan menjemputku dalam semilirnya purnama depan.....
siapa bilang aku harus menunggu angin untuk terbang?
selamat datang, selamat berhembus....
No Comments
purnama kali ini
.
